Tampilkan postingan dengan label #budaya. Tampilkan semua postingan

suara.com


Pernahkah kalian mendengar istilah susuri buncu tapih saurang?

Mungkin sedikit asing di telinga.

Tapi tahukah kalian makna di baliknya?

Secara bahasa istilah susuri buncu tapih saurang berarti jelajahi ujung kain sarung sendiri. Tapih (kain sarung) bisa dikatakan sebagai pakaian sehari-hari orang Banjar terutama pada zaman dahulu.
Dari pengertian tadi kita dapat menyimpulkan bahwa istilah susuri buncu tapih saurang berarti pahami atau pelajari hal-hal yang ada pada diri kita terlebih dahulu.
Taufik Arbain, dosen sosial politik Universitas Lambung Mangkurat menjelaskan istilah susuri buncu tapih saurang merupakan bagian untuk menciptakan perdamaian. Dimana kita tidak boleh merasa paling benar atau paling bagus.
“Orang berkonflik itu karena ada superior yang tumbuh dalam pribadi maupun kelompoknya, maka istilah susuri buncu tapih saurang tersebut memiliki makna kita harus bisa mengintrospeksi diri kita terlebih dahulu,” jelasnya.
                Jadi, susuri buncu tapih saurang ya guys sebelum bertindak. (HFW)

SUSURI BUNCU TAPIH SAURANG

Kamis, 08 Februari 2018
0 Comments

Napak Tilas yang dilaksanakan di kabupaten Hulu Sungai Selatan ini bukan hanya sekedar menapaki jejak pahlawan, namun lebih tepatnya menyusuri kembali perjuangan para pahlawan di Kalimantan memproklamasikan kemerdekaan kalimantan dan menyatakan bahwa kalimantan adalah bagian dari Republik Indonesia.

Napak Tilas Luran Teks Proklamasi ini bertujuan untuk mengingatkan dan membangkitkan kembali semangat Proklamasi 17 Mei 1949. Agar generasi penerus bangsa lebih memahami dan tau bagaimana perjuangan para pahlawan.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 17 sampai 21 Mei ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan kesenian daerah asli Kalimantan Selatan, seperti Japin Carita, Mamanda, dan Madihin. Dalam acara ini peserta diajak lebih mengenal sejarah dan budaya asli Kalimantan Selatan.

Peserta yang awalnya mendaftar berjumlah kurang lebih 150 tim ( 750 orang ), namun saat daftar ulang hanya ada 113 tim yang berasal dari 3 provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Dari 113 tim yang mendaftar ulang, setiap etapenya mengalami fluktuasi peserta yang masuk entah karna tidak lapor atau apa. Sampai di etape ke IV dan Finish semuanya hanya berjumlah 98 tim yang tersisa.

Dalam Napak Tilas 2015 ini, salah satu tim yang pada tahun 2012 lalu juga pernah menyabet gelar juara umum I kini kembali membawa pulang piala bergilir dari Danlanal Banjarmasin dan piala bergilir dari Gubernur KalSel yaitu tim dari SMAN 1 Mandastana atas nama Galuh Banua, dan juara umum II diraih oleh tim Aluh Puntik dari Barito Kuala, serta juara umum III diraih oleh tim Malahayati utusan dari LANAL Banjarmasin.

NAPAK TILAS LURAN TEKS PROKLAMASI ALRI DIVISI IV PERTAHANAN KALIMANTAN 2015

Minggu, 07 Juni 2015
0 Comments

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan yg ke-64 pada tanggal 2 Desember 2014 dihadiri langsung oleh gubernur Kalimantan Selatan.

Kandangan Expo 2014 dilaksanakan mulai tanggal 1-7 Desember 2014. Acara ini juga dimeriahkan dengan Pameran ( Kandangan Expo 2014 ) yg bertempat di kawasan Kandangan Kota tepatnya di samping lapangan Lambung Mangkurat ( lapangan tugu ). Pameran ini diikuti oleh Sekolah, Dinas, Polisi, TNI, dan lain-lain. Barang-barang yang dipamerkan juga sangat beragam, mulai dari kerajinan tangan sampai dengan panganan khas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kandangan Expo ini juga dilengkapi dengan fasilitas WiFi gratis, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses internet secara gratis.

Selain pameran, di Kandangan Expo 2014 juga diselenggarakan Lomba Paket Seni 2014 di Open Stage.

HSS : Peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan ke-64

Selasa, 02 Desember 2014
0 Comments

- Copyright © Citizen Journalist - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -