Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

suara.com


Pernahkah kalian mendengar istilah susuri buncu tapih saurang?

Mungkin sedikit asing di telinga.

Tapi tahukah kalian makna di baliknya?

Secara bahasa istilah susuri buncu tapih saurang berarti jelajahi ujung kain sarung sendiri. Tapih (kain sarung) bisa dikatakan sebagai pakaian sehari-hari orang Banjar terutama pada zaman dahulu.
Dari pengertian tadi kita dapat menyimpulkan bahwa istilah susuri buncu tapih saurang berarti pahami atau pelajari hal-hal yang ada pada diri kita terlebih dahulu.
Taufik Arbain, dosen sosial politik Universitas Lambung Mangkurat menjelaskan istilah susuri buncu tapih saurang merupakan bagian untuk menciptakan perdamaian. Dimana kita tidak boleh merasa paling benar atau paling bagus.
“Orang berkonflik itu karena ada superior yang tumbuh dalam pribadi maupun kelompoknya, maka istilah susuri buncu tapih saurang tersebut memiliki makna kita harus bisa mengintrospeksi diri kita terlebih dahulu,” jelasnya.
                Jadi, susuri buncu tapih saurang ya guys sebelum bertindak. (HFW)

SUSURI BUNCU TAPIH SAURANG

Kamis, 08 Februari 2018
0 Comments
Pangantin Bausung ( HUT Kab. HSS 2013 )

        Pangantin Bausung atau Bausung Pangantin adalah salah satu tradisi pernikahan yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai. Bausung diambil dari kata usung artinya gendong. sedangkan Pangantin (bahasa Banjar, Kal-Sel), atau pengantin yaitu pasangan mempelai pria dan wanita yang sedang melangsungkan perkawinan. Sepasang mempelai sebelum disanding di pelaminan terlebih dahulu diusung oleh dua orang penari. Diiringi gamelan, dua orang penari sambil menggendong kedua mempelai menari mengikuti irama gamelan ditengah pandangan para undangan yang menyaksikan acara tersebut.
       Pada awalnya tradisi Bausung Pangantin ini hanya dilakukan oleh kalangan tinggat menengah keatas saja, karena memerlukan biaya yang mahal. Sehingga apabila dalam suatu keluarga mampu melaksanakan ba-usung pangantin berarti keluarga tersebut dianggap sebagai orang berada. Acara ini juga dianggap sebagai pesta yang meriah.
        Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini tidak hanya dilaksanakan oleh kalangan atas. Namun sudah menjadi bagian dari hiburan masyarakat Hulu Sungai, biayanya pun tidak menguras dompet. 
Nah, demikian teman-teman yang bisa saya bagikan tentang satu kesenian daerah Kalimantan Selatan terutama di Hulu Sungai :) Semoga bermanfaat o:)
   

Hulu Sungai Selatan : Pangantin Bausung

Sabtu, 22 Maret 2014
0 Comments

- Copyright © Citizen Journalist - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -