Napak Tilas ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan untuk memperingati sekaligus mengingat perjuangan rakyat Kalimantan untuk memproklamasikan kemerdekaan Kalimantan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.” - Ir. Soekarno
Waktu Pendaftaran :
11 April - 12 Mei 2016
Tempat Pendaftaran :
Sekretariat DPD KNPI kab. HSS, Gedung MTQ Kandangan
Biaya Pendaftaran :
Rp. 50.000,- / Tim (5orang)
(untuk asuransi)
Fasilitas :
1. Konsumsi
2. Buku Panduan
3. ID Card
4. Piagam
5. Transportasi selama kegiatan
PERLU INFORMASI LEBIH LANJUT ?
HUBUNGI :
G'Lank ( 081251241717 )
Fahry ( 081346817320 )
Risni N. ( 085332941793 )
SEGERA DAFTARKAN TIM ANDA !!!
HSS : NAPAK TILAS LURAN TEKS PROKLAMASI ALRI DIVISI IV PERTAHANAN KALIMANTAN TAHUN 2016
#RepostFromLine@
[Akhiri Debat Valentine Sekarang]
Oleh: Azhar Rizaldi
Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara-STAN
Semenjak tahun selepas 2005-an saat akses internet sudah mulai menyebar ke seantero nusantara, saat itu pula era baru pergolakan informasi di masyarakat kita di mulai. Yang awalnya kita cuma bisa melihat perkembangan tren hanya melalui televisi, koran, majalah ataupun radio, sekarang wadah -wadah kecil itu tergantikan dengan kolam yang lebih luas yang sekarang kita sebut dengan media sosial. Tempat kalian baca artikel ini sekarang. Juga tempat gue menumpahkan isi pikiran gue dan menuangkannya kepikiran kalian.
Sebenarnya gue pingin lebih banyak bertele-tele dengan retorika, tapi berhubung gue udah eneg duluan sama retorika gue sendiri, mari kita langsung to the poin aja. Udah baca judulnya kan?
Yap, lagi-lagi Valentine.
Hari kasih sayang.
Tapi IMO, ketimbang hari kasih sayang, 14 Februari itu lebih cocok dinamai sebagai hari debat nasional. Terdengar becanda tapi itu relevan.
Netizen lagi-lagi harus disuguhi debat tentang isu yang selalu berulang tiap tahunnya, yaitu hari valentine, antara para ustad-ustad sosmed (gue ga tau harus pakai istilah apa, atau aktivis dakwah aja kali ya) versus para penggiat Valentine dari berbagai sektor, mulai dari aktivis kebebasan, penggiat bisnis, dan of course para couple yang sedang dimabuk kepayang.
Gue, elu dan sekian orang lainnya yang membenci perdebatan dan keributan via sosmed tidak penting seperti itu tentu akan sangat terusik dengan tren tahunan seperti yang ada sekarang.
Padahal sederhananya perdebatan itu tidak lain hanya membenturkan dua kubu yang punya kesimpulan yang berbeda tentang perayaan hari kasih sayang;
1.Kubu yang melarang perayaan Valentine.
2.Kubu yang membolehkan dengan segala argumen untuk merayakannya.
Boleh atau gak boleh.
Sebenarnya tinggal milih aja kan?!
Kenapa permasalahan ini gak bisa sesederhana isu rokok?
Jika gak mau sakit ya jangan merokok.
Kalo mau merokok ya silakan, tapi harus tanggung konsekuensinya.
Namun semenjak adanya media sosial, masalah boleh gak boleh ini kian merumit. Orang-orang berantem gara-gara hal sesepele hari Valentine. Setiap. Tahunnya. Gusti...
Tapi belakangan akhirnya gue mengetahui bahwa di kedua kubu punya alasan yang kuat untuk tetap menjaga perdebatan ini awet sampai sekarang ini.
Pertama, orang-orang yang gue sebut sebagai aktivis dakwah. Mereka punya argumen kuat, yaitu, melarang seseorang dari kemaksiatan adalah sebuah kewajiban yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Alhasil, mereka pun melarang segala macam bentuk perayaan Valentine. Apa hubungannya Valentine dengan maksiat? Untuk pertanyaan ini, gue anggap kalian semua sudah tahu jawabannya.
Kemudian, para penggiat dan simpatisan Valentine yang menjadi rival mereka. Yes. Para aktivis kebebasan individu, yang menganggap melarang seseorang dari merayakan Valentine sama saja menekan mereka dari hak individunya. Kemudian para couple yang sudah punya rencana jauh-jauh hari. Dan yang paling berat, para pelaku bisnis.
Kedua kubu saling melancarkan aksi untuk mendapatkan sebuah kondisi yang mana satu sama lain saling gak menginginkannya.
Mari gue jelaskan inti masalah dari betapa riweuhnya hari Valentine ini
1. Jika kampanye para aktivis dakwah tentang kemudarotan perayaan Valentine berhasil, maka artinya kemaksiatan menurun. Namun jelas itu tekanan bagi para aktivis kebebasan karena merasa hak individu penggiat Valentine telah direpresi dengan diskriminasi lewat kampanye anti-Valentine (termasuk hak untuk bermaksiat, dalam pandangan mereka). And the worst, bisnis akan kehilangan potensi profit. Coba cek aja kapan lagi ada saat di mana penjualan bunga dan coklat bisa melonjak sampai 400% dan hotel-hotel pada diskon buat merayu para couple berdatangan. Dan jika orang-orang mulai mengamini kampanye pelarangan perayaan Valentine, tentu itu kehilangan besar bagi para pelaku bisnis!
2. Jika para penggiat Valentine yang menang, sederhananya yang akan untung besar hanyalah sektor bisnis. Sementara para aktivis dakwah meradang menyaksikan kemaksiatan semakin merajalela.
Mungkin dari penguraian gue di atas, sudah bisa dibaca gue memihak siapa.
Tapi karena gue gak suka memihak suatu kelompok, gue lebih memilih menyebutnya sebagai memihak sebuah keputusan.
Gue mendukung pelarangan perayaan Valentine.
WAH INI PASTI AKTIVIS DAKWAH YANG MENYAMAR!
Whatever.
Gue akan menjelaskan opini gue dengan sangat sederhana dan dengan alasan paling rasional yang bisa seorang manusia pahami.
Gak.
Gue gak akan bawa dalil-dalil ke sini.
Gue juga gak akan membawa soal akidah karena itu bukan teritori gue untuk gue jadiin dasar argumen.
Gue gak akan bawa-bawa cerita tentang seseorang bernama St.Valentine yang dihukum mati gara-gara kepergok selingkuh.
Gue juga gak akan berbelit soal kebebasan individu yang endless buat dibahas.
Yang gue jadiin sebagai dasar keberpihakkan gue adalah; perayaan Valentine sangat merugikan.
Simple rite?
RUGI DI MANA KATANYA PENJUALAN INDUSTRI MERCHANDISE VALENTINE NAIK 400%.
Karena rugi bukan cuma soal kehilangan potensi penjualan.
Argumentasi gue adalah, akibat perayaan Valentine, meskipun industri bisnis untung sangat banyak, tapi masyarakatlah yang justru merugi. Kenapa?
Pertama kita harus sementara sependapat bahwa benefit bukan sekadar tentang materi; uang, tingkat penjualan, dan gengsi.
Benefit juga tentang ketertiban masyarakat, kebahagiaan, dan kesejahteraan.
Dan kita juga harus sementara sependapat bahwa; bisnis harus memerdulikan masyarakat, bukan semata demi bisnis itu sendiri. Keuntungan ekonomi bisnis harus diselaraskan dengan kesejahteraan masyarakat, idealnya. Tapi kenyataanya tidak semanis gue.
"Loh, bukannya semakin untung sektor bisnis semakin sejahtera masyarakat?"
Gue kasih tahu, bahwa logika ini salah besar. Sejahtera di mata bisnis hanyalah soal profit, arus kas, dan kepemilikkan aset. Ekonomis.
Sementara sejahtera bagi masyarakat itu punya tiga dimensi.
Sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan.
Masyarakat boleh kaya, tapi kalau banyak yang mati gara-gara limbah, atau semakin meningkatnya populasi anak durhaka ya buat apa kaya? Misalkan ternyata sebuah production house sedang naik pamornya gegara bikin sinetron "Anak Jalanan season Durhaka" tapi justru membelokkan perilaku anak-anak yang nonton jadi beringas sama orang tua sendiri, apakah itu disebut keuntungan?
Gue sudah muak dengan segala argumentasi yang berupaya membenarkan bisnis-bisnis yang hanya dominan di segi ekonominya saja sementara abai terhadap dua sisi lainnya. Mereka bilang kalo sebuah bisnis ini dilarang, maka akan banyak pengangguran. Padahal yang dibela adalah bisnis prostitusi, yang sangat merugikan di segi sosial budayanya. Sekarang argumentasi soal perayaan Valentine, yang katanya kalo dilarang, para pelaku bisnis bakal kehilangan potensi profit. Padahal keuntungan bisnis dari pewajaran perayaan valentine tidak seberapa dengan kerugian yang harus ditanggung masyarakat.
Well, gue emang gak punya data yang bisa menjadi bukti bahwa masyarakat memang benar-benar merugi saat perayaan Valentine.
Tapi gue mau mengajak kalian melihat fakta yang ada dimasyarakat. Dan jangan menutup mata. Terserah mau dibilang apa, yang jelas gue sudah cukup jadi saksi betapa perayaan valentine telah membuat remaja-remaja kita terjerumus.
Dan gue gak cuma bilang terjerumus yang gue maksud sekadar soal seks bebas.
Tapi juga tentang perilaku 'menentang' dengan norma yang hidup di masyarakat kita.
Mungkin kalian yang dalam kepalanya sedang membentuk argumen-argumen kontra dengan opini gue di atas, punya alasan sendiri. Menganggap bahwa Valentine dan seks bebas gak ada hubungannya, karena di negara barat sendiri pun seks bebas tetap lancar di negara mereka, kapan pun itu. Dan mereka, sejahtera aja tuh. (Yakin?)
Itulah penyakit kita. Misreferensi. Emang gak bisa dimungkiri bahwa kita lebih sering mengambil media sebagai bahan observasi kita, namun jarang sekali berempati dengan lingkungan.
Gue bicara bukan cuma tentang orang dewasa atau remaja.
Tapi juga tentang anak-anak.
Adik-adik lelaki kita yang masih SD, atau SMP yang kemudian bertingkah layaknya pria dewasa, atau bahkan bermulut jorok.
Juga adik-adik perempuan kita yang masih lugu dan sangat-sangat-sangat rentan menjadi korban seks bebas.
"Bukankah itu dampak dari banyak faktor? Media misalnya? Orangtua yang abai dengan gadget anaknya, atau pergaulan yang tidak kondusif. Lalu apa peran Valentine hingga dilarang?"
Peran Valentine tidak lain dan tidak bukan adalah momentum untuk menyempurnakan segala pengaruh negatif tersebut. #catet
Gue gak lagi bicara data, gue bicara fakta.
Gue bicara tentang tetangga, teman, rekan, sahabat yang telah menjadi korban oleh dampak bisnis yang tidak henti-hentinya mempromosikan perayaan Valentine ini demi lakunya produk mereka.
Coklat, bunga, kondom, kamar hotel, dan perangkat Valentine lainnya.
Karena, bisnis hari ini gak cuma menawarkan produk, tapi juga menjual pengaruh. Lantas siapa yang harus menanggung kerugian terbesar dari pengaruh itu? Yap, adik-adik kita, yang kelak akan jadi partner ngurusin negara ini.
Namun meskipun Valentine bukan selalu soal seks bebas, ini juga soal kebiasaan untuk memaknai sesuatu. Tidak semua orang memaknai hari Valentine ini dengan bermaksiat ria, karena gue yakin memaknai adalah hak setiap orang. Tapi bagi gue, sudah cukup buat berhusnudzon terhadap hari Valentine ini, sementara di luar banyak adik-adik kita yang memilih untuk berlagak dewasa, seperti film-film yang mereka tonton, dan kakak-kakak yang mereka contoh. Padahal kakak-kakaknya sendiri hanya latah ikut-ikutan trend barat.
Dari kebobrokan lingkungan, mereka;
Belajar 'nembak.'
Belajar pacaran.
Kemudian khilaf.
Dan dari Valentine mereka belajar;
Merayakannya.
Namun apapun argumentasinya percayalah, bisnis tidak akan menyerah. Seolah berujar "you either stand with me, or against me."
Sekarang mari akhiri debat, dan tentukan sikap.
Sumber: http://korelasi.tumblr.com
AKHIRI PERDEBATAN VALENTINE !!
PATOLOGI BIROKRASI KAMPUS
Oleh : Yuhana
Ah sang bermulut manis berdasi
Seakan terbuai di perjamuan dan sosialisasi
Berbagai kehormatan sang birokrat dapati
Dari satu instansi dan institusi lainnya
Sambil berpangku tangan dan bergoyang kaki
Layanan bak seorang raja silih berganti
Ah sang birokrat petinggi kampus ingatkah akan janji?
Ooo... Apakah nian berat memenuhi janji?
Tahukah kalian pelayanan kampus begitu bobrok?
Tahukah kalian administrasi kampus yang carut marut?
Tahukah kinerja jajaran kalian lambat laun?
Tahukah kalian patologi pendidikan dan akademik?
Begitu banyak beasiswa dan fasilitas umbarnya
Ah kalian mana tahu berapa banyak mahasiswa yang sudah berhenti?
Berbagai koordinasi dan kemajuan sedang dinanti ucapnya
Kalian mana tahu urusan buku yang tak relevansi?
Kalian juga mana tahu mahasiswa belajar berebut kursi?
Ah kalian! Pernahkah melihat mahasiswa belajar bermandikan keringat?
Sudahlah!!! Sang birokrat lupa janji !!!
Kelembagaan mahasiswa juga terlalu mengumbar janji
Tujuan berubah haluan kepentingan politik
Ooo... Sungguh ! Birokrasi kampus sedang sakit
Ribuan mahasiswa telah enggan mengkritisi
Sang birokrat sungguh lihai menutupi
Ini bukan interplasi, juga bukan lah Mosi !
Ini bukan demokrasi, namun hanyalah rentetan puisi !
Puisi : PATOLOGI BIROKRASI KAMPUS
CARA MEMBUAT ANIMASI MENGGUNAKAN GEOGEBRA
To celebrate World Disability Day and Human Rights Day 2015
Let's take a moment to realize,
When we could socialize with anyone without a hitch,
When we sit on this "chair" of education without difficulty,
When we get adequate health services,
Have we ever thought about persons with disabilities, whether they get the same chance?
No, it's not their choice nor their mistake to be persons with disabilities, but this is our chance to change the disability become ability!
Enforce their rights, the right to get an equal treatment, the right to be educated, the right to have a proper health, and the other rights!!
Our weapon to change UNABLE into ABLE, is just eliminate the UN, simple right?
UN means "Us and Now"
Me and you are part of US,
and we should take the chance NOW.
Am I able? Are you able? Are WE able?
Yes, #WEAREABLE!
#WEAREABLE #IAMHUMANRIGHTS
#ImprovingNationsHealth
#DocPartner! CIMSA
Empowering Medical Students,
Improving Nation's Health
Source : Sehat Indonesia
"GOD NEVER CREATES A FAILURE"
Tuhan itu tidak pernah menciptakan produk gagal. Setiap orang di dunia ini punya fungsinya masing-masing. Semuanya sama saja, tidak ada yg berbeda. Jangan anggap mereka kaum minoritas, mereka perlu kita lindungi bukan dijauhi.
#ForumAnakRakatMufakatHSS
Hari Disabilitas Dunia
![]() |
| Ibu Tika Bisono Mpsi. Psi |
FAKAT HSS : Seminar ''Membangun Kesadaran Anak Menghindari Perilaku Salah Dalam Pergaulan''
Napak Tilas yang dilaksanakan di kabupaten Hulu Sungai Selatan ini bukan hanya sekedar menapaki jejak pahlawan, namun lebih tepatnya menyusuri kembali perjuangan para pahlawan di Kalimantan memproklamasikan kemerdekaan kalimantan dan menyatakan bahwa kalimantan adalah bagian dari Republik Indonesia.
Napak Tilas Luran Teks Proklamasi ini bertujuan untuk mengingatkan dan membangkitkan kembali semangat Proklamasi 17 Mei 1949. Agar generasi penerus bangsa lebih memahami dan tau bagaimana perjuangan para pahlawan.
Acara yang berlangsung sejak tanggal 17 sampai 21 Mei ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan kesenian daerah asli Kalimantan Selatan, seperti Japin Carita, Mamanda, dan Madihin. Dalam acara ini peserta diajak lebih mengenal sejarah dan budaya asli Kalimantan Selatan.
Peserta yang awalnya mendaftar berjumlah kurang lebih 150 tim ( 750 orang ), namun saat daftar ulang hanya ada 113 tim yang berasal dari 3 provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Dari 113 tim yang mendaftar ulang, setiap etapenya mengalami fluktuasi peserta yang masuk entah karna tidak lapor atau apa. Sampai di etape ke IV dan Finish semuanya hanya berjumlah 98 tim yang tersisa.
Dalam Napak Tilas 2015 ini, salah satu tim yang pada tahun 2012 lalu juga pernah menyabet gelar juara umum I kini kembali membawa pulang piala bergilir dari Danlanal Banjarmasin dan piala bergilir dari Gubernur KalSel yaitu tim dari SMAN 1 Mandastana atas nama Galuh Banua, dan juara umum II diraih oleh tim Aluh Puntik dari Barito Kuala, serta juara umum III diraih oleh tim Malahayati utusan dari LANAL Banjarmasin.
NAPAK TILAS LURAN TEKS PROKLAMASI ALRI DIVISI IV PERTAHANAN KALIMANTAN 2015
NAPAK TILAS LURAN TEKS PROKLAMASI GUBERNUR TENTARA ALRI DIVISI IV PERTAHANAN KALIMANTAN Th 2015.
Mengenang dan menapaki jejak perjuangan rakyat Indonesia di Kalimantan, proklamasi 17 Mei 1949. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat di Indonesia untuk mengikuti kegiatan Napak Tilas Luran Teks Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan th 2015.
Tempat Kegiatan :
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Waktu : 17-21 Mei 2015
Memperebutkan :
1. Piala Bergilir DANLANAL Banjarmasin
2. Tropy tetap untuk tiap kategori
3. Uang pembinaan
4. Ada doorprize utama 1 buah sepeda motor dan banyak lagi yg lain.
Pendaftaran dibuka tgl 1-12 Mei 2015.
Bertempat di sekertariat KNPI Kab. HSS ( Gedung MTQ lantai 1 ), samping lapangan Tugu / Lambung Mangkurat, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Prov. Kalimantan Selatan.
#Biaya registrasi Rp.50.000,-/tim ( Asuransi, Buku Panduan, ID Card, dan Piagam ).
1 Tim terdiri dari 5 orang.
Konsumsi dan Akomodasi selama kegiatan ditanggung panitia.
Kuota : 200 Tim ( Untuk Seluruh Indonesia )
Banyak keuntungan jika kalian mengikuti kegiatan ini, selain mendapat pengalaman, kalian juga bisa bersosialisasi dan dapat teman baru, selain itu kita juga mengenang dan merasakan bagaimana perjuangan para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Ayo buruan daftar !!!
Info lebih lanjut hubungi,
082357637999 / 087716177999 ( zaky )
081227147460 ( ifansyah )
5229F70F ( hafizah )
Pendaftaran NAPAK TILAS LURAN TEKS PROKLAMASI GUBERNUR TENTARA ALRI DIVISI IV PERTAHANAN KALIMANTAN TAHUN 2015
ABL Junior ini juga merupakan kelanjutan dari Amandit Basketball Competition, namun perbedaanya adalah ABL Junior diperuntukkan untuk usia pelajar maksimal kelas XII SMA/SMK Sederajat dan ruang lingkup kegiatan ABC lebih luas yaitu se-Kalimantan Selatan.
ABL Junior 2015 ini diikuti oleh Kabupaten Tabalong ( Tanjung ), Hulu Sungai Tengah ( Barabai ), Tapin ( Binuang ), dan tim tuan rumah sendiri Hulu Sungai Selatan.
Hasilnya :
Puteri :
Juara 1 : Amandit Muda Putri ( HSS A )
Juara 2 : Pelajar HSS Putri ( HSS B )
Juara 3 : Murakata ( Barabai )
Putera :
Juara 1 : Rimvie City ( Binuang )
Juara 2 : Amandit Muda Putra ( HSS A )
Juara 3 : Pelajar HSS Putra ( HSS B )
Amandit Basketball League Junior 2015
Peringatan hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober kemaren sekaligus menjadi ajang pertemuan dan keakraban para pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, Ketua DPRD Hulu Sungai Selatan dan Para Tokoh Pendiri KNPI Kab. HSS, serta ormas-ormas kepemudaan.
Dalam acara ini, para pemuda diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan saran serta masukan kepada pemerintah tentang permasalahan yang ada di kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Malam Keakraban Pemuda dan Temu Tokoh Hulu Sungai Selatan
Selasa (2/12), pawai budaya ini diikuti oleh perwakilan kecamatan dan SMP/MTs serta SMA/SMK Sederajat yang ada diwilayah kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Pawai budaya kali ini lebih menonjolkan budaya yang ada diwilayah Hulu Sungai Selatan. Acara ini sendiri diadakan untuk memeriahkan peringatan hari jadi kabupaten Hulu Sungai Selatan ke-64.
Pawai budaya ini juga sebagai ajang unjuk kreatifitas dan pelestarian budaya.
Dan berikut para juara pd Pawai Budaya 2014 :
Juara 1 : SMPN 2
Juara 2 : SMAN Angkinang
Juara 3 : MTsN Amawang
Juara Favorit : SMAN 1 Kandangan
Pelestari Budaya :
1. Kecamatan Kandangan
2. Kecamatan Loksado
3. SMAN 2 Kandangan
HSS : Pawai Budaya Hari Jadi Hulu Sungai Selatan ke-64
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan yg ke-64 pada tanggal 2 Desember 2014 dihadiri langsung oleh gubernur Kalimantan Selatan.
Kandangan Expo 2014 dilaksanakan mulai tanggal 1-7 Desember 2014. Acara ini juga dimeriahkan dengan Pameran ( Kandangan Expo 2014 ) yg bertempat di kawasan Kandangan Kota tepatnya di samping lapangan Lambung Mangkurat ( lapangan tugu ). Pameran ini diikuti oleh Sekolah, Dinas, Polisi, TNI, dan lain-lain. Barang-barang yang dipamerkan juga sangat beragam, mulai dari kerajinan tangan sampai dengan panganan khas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kandangan Expo ini juga dilengkapi dengan fasilitas WiFi gratis, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses internet secara gratis.
Selain pameran, di Kandangan Expo 2014 juga diselenggarakan Lomba Paket Seni 2014 di Open Stage.
HSS : Peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan ke-64
Admin memohon maaf jika jarang meng-update informasi-informasi terbaru tentang kegiatan yang ada kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hal ini dikarenakan semua foto kegiatan yang ada di blog ini lebih mengutamakan penggunaan hasil foto dari admin sendiri agar tidak terjadi permasalahan tentang hak cipta. Oleh sebab itu, admin mengusahakan agar dapat mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang ada sehingga memerlukan waktu. Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. :)
Terimakasih :)


